Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka (5)

Seragam Pramuka

Seragam Pramuka adalah pakaian yang digunakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka Indonesia. Warna seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih karena merupakan salah satu warna yang digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan. Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Sedangkan tujuan penggunaan Seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin.

 

Seragam harian

Pakaian yang dikenakan ketika anggota Pramuka melakukan kegiatan kepramukaan harian. Namun Pakaian Seragam Harian dapat juga dikenakan pada waktu mengikuti upacara dan melakukan kegiatan kepramukaan lainnya. Pakaian ini bisa disebut pakaian utama seorang Pramuka. Setiap anggota Pramuka wajib memiliki minimal satu stel Pakaian Seragam harian.

 

Seragam kegiatan

Pakaian yang dikenakan ketika anggota Gerakan Pramuka melakukan kegiatan di lapangan atau kegiatan olahraga. Alasan penggunaan pakaian ini adalah agar lebih mudah ketika melakukan aktivitas yang diperlukan. Anggota Gerakan Pramuka tidak harus memiliki seragam jenis ini. Namun sangat direkomendasikan untuk memilikinya.

 

Seragam upacara

Pakaian yang dikenakan ketika anggota Gerakan Pramuka mengikuti Upacara Hari Proklamasi Kemerdekaan, Upacara Hari Pramuka, Upacara Pelantikan Pengurus/Mabi, Upacara Pembukaan dan Penutupan Kegiatan Nasional, ketika menghadiri upacara lain dimana TNI mengenakan Seragam PDU IV dan acara resmi kepramukaan di luar negeri.

Pakaian seragam ini tidak dapat dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka. Yang boleh mengenakannya hanyalah Andalan dan Majelis Pembimbing mulai dari tingkat Kwartir Cabang sampai Kwartir Nasional.

 

Seragam khusus

Pakaian yang dikenakan karena pertimbangan khusus. Seragam khusus terdiri atas Pakaian Seragam Muslim dan Pakaian Seragam Tambahan
Seragam Muslim

Pakaian yang dikenakan karena pertimbangan agama Islam. Hal ini untuk mengakomodir anggota muslim terutama putri untuk dapat mengenakan jilbab tanpa melanggar aturan.

 

Seragam tambahan

Pakaian yang bersifat situasional dan dapat dikenakan oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka.

Baca selengkapnya...

Tingkatan Pramuka

Anggota Gerakan Pramuka terdiri dari Anggota Muda, dan Anggota Dewasa. Anggota Muda adalah Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan di antaranya:

  • Golongan Siaga merupakan anggota yang berusia 7 s.d. 10 tahun
  • Golongan Penggalang merupakan anggota yang berusia 11 s.d. 15 tahun
  • Golongan Penegak merupakan anggota yang berusia 16 s.d. 20 tahun
  • Golongan Pandega merupakan anggota yang berusia 21 s.d. 25 tahun

Anggota yang berusia di atas 25 tahun berstatus sebagai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri atas:

Tenaga Pendidik

  • Pembina Pramuka
  • Pelatih Pembina
  • Pembantu Pembina
  • Pamong Saka
  • Instruktur Saka

Fungsionaris

  • Ketua, dan Andalan Kwartir
  • Staf Kwartir
  • Majelis Pembimbing
  • Pimpinan Saka
  • Anggota Gugus Dharma Gerakan Pramuka
Baca selengkapnya...

TKU Pramuka

Tanda Kecakapan dalam Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pakaian pramuka yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai dengan golongan usianya. Secara singkat tanda kecakapan bisa diartikan sebagai tanda yang menunjukkan kecakapan atau kemampuan seorang pramuka pada bidang keterampilan tertentu.

Tanda kecakapan merupakan bagian dari sistem Tanda Pengenal Dalam Gerakan Pramuka. Sebagaimana diketahui, sistem Tanda Kecakapan dalam Gerakan Pramuka terdiri atas 5 macam yang meliputi, Tanda Umum, Tanda Satuan, Tanda Jabatan, Tanda Kecakapan, dan Tanda Kehormatan.

Macam dan Bentuk Tanda Kecakapan. Tanda kecakapan terdiri atas tiga macam yaitu:

  1. Tanda Kecakapan Umum
  2. Tanda Kecakapan Khusus
  3. Tanda Pramuka Garuda

Tanda Kecakapan Umum

Tanda Kecakapan Umum (atau disingkat TKU) adalah tanda yang didapatkan setelah seorang pramuka menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan dilantik pada tingkatan SKU tertentu.

Macam-macam Tanda Kecakapan Umum ini tentu sesuai dengan tingkatan SKU pada masing-masing golongan pramuka. Sehingga Tanda Kecakapan Umum ini terdiri atas:


 

  • Pramuka Siaga,
    • TKU Siaga Mula
    • TKU Siaga Bantu
    • TKU Siaga Tata
  • Pramuka Penggalang
    • TKU Penggalang Ramu
    • TKU Penggalang Rakit
    • TKU Penggalang Terap
  • Pramuka Penegak
    • TKU Penegak Bantara
    • TKU Penegak Laksana
  • Pramuka Pandega
    • TKU Pandega

 

Tanda Kecakapan Umum ini dikenakan pada pakaian seragam pramuka dengan ketentuan:

  • TKU Pramuka Siaga dipasang di lengan baju sebelah kiri, di bawah tanda barung.
  • TKU Pramuka Penggalang di pasang di lengan baju sebelah kiri, di bawah tanda regu.
  • TKU Pramuka Penegak dipasang di lidah baju pada pundak kanan dan kiri.
  • TKU Pramuka pandega dipasang di lidah baju pada pundak kanan dan kiri.

Tanda Kecakapan Khusus

Tanda Kecakapan Khusus (disingkat TKK) adalah tanda yang diperoleh setelah seorang anggota pramuka menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK). SKK sendiri merupakan beraneka jenis kecakapan dan keterampilan pada bidang-bidang tertentu. Berbeda dengan SKU, pencapaian SKK bersifat opsional yang artinya seorang pramuka dapat memilih jenis-jenis SKK yang telah dikuasainya saja.

Sesuai dengan SKK-nya, TKK (Tanda Kecakapan Khusus) memiliki beberapa tingkatan pada masing-masing golongan usia pramuka. Masing-masing tingkatan memiliki bentuk yang berbeda. Adapun tingkatan dan bentuk TKK adalah sebagai berikut:

    • Untuk Pramuka Siaga, terdiri atas satu tingkatan dengan bentuk segitiga sama kaki terbalik (sisi alas di bagian atas) dan tidak memakai bingkai.
    • Untuk Pramuka Penggalang, terdiri atas tiga tingkatan, yaitu:
      • Purwa, berbentuk lingkaran dengan bingkai berwarna merah.
      • Madya, berbentuk persegi dengan bingkai berwarna merah.
      • Utama, berbentuk segilima sama sisi dengan bingkai berwarna merah.
    • Untuk Pramuka Penegak dan Pandega, terdiri atas tiga tingkatan, yaitu:
      •  Purwa, berbentuk lingkaran dengan bingkai berwarna kuning.
      •  Madya, berbentuk persegi dengan bingkai berwarna kuning.
      •  Utama, berbentuk segilima sama sisi dengan bingkai berwarna kuning

Selain digolongkan berdasarkan tingkatan, TKK dapat digolongan berdasarkan bidangnya. Berdasarkan bidangnya, TKK dikelompokkan dalam lima kelompok yang ditandai dengan warna dasar (background) pada gambarnya. Penggolongan berdasarkan bidang ini meliputi:

  • Bidang agama, mental, moral, spiritual, pembentukan pribadi dan watak; ditandai dengan warna dasar kuning.
  • Bidang patriotisme dan seni budaya, ditandai dengan warna dasar merah.
  • Bidang kesehatan dan ketangkasan, ditandai dengan warna dasar putih
  • Bidang keterampilan dan tekhnik pembangunan, ditandai dengan warna dasar hijau
  • Bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup, ditandai dengan warna dasar biru.

Tanda Kecakapan Khusus dipasang dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Jika TKK yang diperoleh berjumlah lima atau kurang, dipasang di lengan baju pramuka sebelah kanan, di bawah lencana daerah.
  • Jika TKK yang diperoleh berjumlah lebih dari lima buah, maka yang lima buah dipasang i lengan baju pramuka sebelah kanan, di bawah lencana daerah dan selebihnya dipasang di tetampan.

Tanda Pramuka Garuda

Tanda Pramuka Garuda adalah tanda kecakapan tertinggi yang diberikan kepada peserta didik yang telah memenuhi Syarat Pramuka Garuda. Seorang pramuka dapat menjalani Syarat Pramuka Garuda setelah menyelesaikan SKU tertinggi pada masing-masing golongannya.

Tanda Pramuka Garuda, sesuai dengan Syarat Pramuka Garuda, terdiri atas lima golongan, yaitu:

  • Garuda Hijau, yaitu untuk golongan Pramuka Siaga
  • Garuda Merah, yaitu untuk golongan Pramuka Penggalang
  • Garuda Kuning, yaitu untuk golongan Pramuka Penegak
  • Garuda Perak, yaitu untuk golongan Pramuka Pandega
  • Garuda Emas, yaitu untuk yang telah mencapai tiga kali Pramuka Garuda dalam golongan yang berbeda.

 


 

Tanda Pramuka Garuda dibedakan atas dua macam. Pertama adalah tanda yang dikenakan saat upacara resmi yaitu terbuat dari logam yang digantungkan dengan selembar pita merah putih.. Kedua adalah tanda Pramuka Harian yaitu yang dikenakan pada kegiatan sehari-hari yang terbuat dari kain dan diletakkan di dada sebelah kiri pada seragam pramuka, di atas tanda-tanda lainnya.

Itulah tiga macam Tanda Kecakapan dalam Gerakan Pramuka. Tanda Kecakapan ini tidak berlaku bagi anggota dewasa semisal pembina pramuka.

Baca selengkapnya...

Sejarah Pramuka

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.

Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powell (Lampiran C Ayat 8).

Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu.

Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan (Hamengku Buwono IX), Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial).

Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Baca selengkapnya...

Kode Etik Pramuka

Untuk Penggalang, Penegak dan Pendega

Trisatya Pramukapramuka

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila
  2. Menolong Sesama Hidup, dan Mempersiapkan diri serta membangun masyarakat
  3. Menepati dasa darma

Dasadarma Pramuka

  • Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Cinta Alam, dan kasih sayang sesama manusia.
  • Patriot yang sopan, dan kesatria.
  • Patuh, dan suka bermusyawarah.
  • Rela menolong, dan tabah.
  • Rajin, terampil, dan gembira.
  • Hemat, cermat, dan bersahaja.
  • Disiplin, berani, dan setia.
  • Bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.
  • Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

 

Khusus untuk Siaga

Dwi Satya

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh

  1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga
  2. setiap hari berbuat kebajikan

Dwi Darma

  1. Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya
  2. Siaga berani dan tidak putus asa
Baca selengkapnya...
Berlangganan ke pengumpan RSS ini

Paduan Suara

paduan

Seni Tari

glipangkecil

OSIS

osis

Palang Merah Remaja

pmr

Gerakan Pramuka

pramuka

Pencak Silat

silat1