Abah Sam mau di bunuh di masjid Gending

 

 

abah sam

Abah Sam yang belum lama di Probolinggo itu memang seorang yang ta'at beragama, terlebih setelah sekian lama tinggal di Arab menjadi fedagang fulsa dan sodagar unta disana. Berpuluh tahun tinggal di Arab dan kemudian seminggu lalu dia pulang dan tinggal di Tegalsiwalan dan membuka kantin di SMKN 1 Gending.
Pada hari Jum'at kemarin, Abah Sam rencananya mau shalat Jum'at di Masjid dekat SMKN 1 Gending itu, akan tetapi ketika shalat hendak di mulai, ketika khotib sudah ke Mimbar, ta'mir membacakan pengumuman. Serentak Abah Sam berdiri, kaget seperti tersambar halilintar, wajahnya pucat pasi dan gemetar, Seketika langsung keluar masjid lari terbirit- birit lupa sandal, lari bagai di kejar algojo secepat kilat pulang dan sembunyi di dapur rumahnya.
Melihat itu Nyai Dini terheran heran, melihat Abah Sam yang gemetar dan pucat pasi.

Kemudian Nyai Dini bertanya : " Lho kenapa Bah, kok ora Jum'atan ?" Kata Nyai Dini dalam bahasa Jawa ..
"Gak, emoh !" begitu jawab Abah dengan bahasa Jawa berlogat Arab
"Lho kenafa " Tanya nyai Dini
"Lha yok opo kate Jumatan, Takmir kurang ajar, aku arep e di pateni ! "
"Lho salahe opo kok di fateni" Sela Nyai Dini
"Lho mosok katene Jumatan takmir ngumum no nek sing duwe HaPe kudu di pateni.... !, Lha aku lak duwe Hape ta ? timbangane aku di pateni wong sak masjid nang Gending aku yo mlayu ae, sesuk aku tak mbalik nang Arab ae jarno gak di pateni !"
"Mosok goro-goro duwe HaPe ae aku kate di pateni, ..... Eala ... wong ndeso !"

Nilai butir ini
(1 Pilih)
Selengkapnya di dalam kategori ini: « SatPam tak kasat mata

Berikan komentar

Pastikan anda memasukkan semua informasi wajib, yang bertanda bintang (*). Kode HTML tidak diizinkan.

kembali ke atas